Legenda Desa (Sasakala)
Desa Putridalem merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka. Pada Tahun 2019 menurut data statistic dari Disdukcapil Jumlah Penduduknya sekitar 3.586 jiwa, mayoritas memiliki mata pencaharian di bidang pertanian.
Ada beberapa versi cerita tentang asal muasal Desa Putridalem. Sebagian masyarakat mengisahkan bahwa pada jaman kerajaan dahulu kala Desa Putridalem masih berbentuk hutan belantara. Dan konon di pedalaman hutan ini dijadikan tempat gudang senjata yang dijaga oleh seorang pangeran yang bernama Jaka Lelana.
Suatu ketika ada seorang putri yang tersesat ke dalam hutan dimana terdapat gudang senjata yang dijaga oleh Jaka Lelana. Menurut kisah yang diceritakan secara lisan turun temurun dari leluhur Desa Putridalem, Putri tersebut melarikan diri dari kejaran musuh, karena kalah perang.
Pertemuan Jaka Lelana dan Putri yang melarikan diri ke dalam hutan menjadi awal dari terbentuknya Desa Putridalem. Mereka berumah tangga dan menetap di hutan tersebut. Wilayah itu pada akhirnya diberi nama “Putridalem”. Sebagian masyarakat berasumsi dan mempercayai bahwa nama itu berawal dari kisah larinya putrike dalam hutan.
Sebagian masyarakat lainnya mempunyai kisah yang berbeda. Pada jaman Kerajaan Mataram, ada Utusan yang dikirim menuju Batavia (Jakarta) untuk membantu Pangeran Fatahillah (Pangeran Jayakarta) melawan Penjajah Belanda.
Konon katanya salah satu yang turut serta dalam rombongan utusan tersebut adalah salah seorang Putri dari Kerajaan Mataram. Para utusan menempati wilayah di Batavia (Jakarta) yang sekarang dikenal dengan nama “Matraman”.
Akan tetapi tempat persediaan makanan dan senjata mereka di bakar oleh Belanda, sehingga mereka kalah dalam peperangan tersebut dan melarikan diri. Di tengah sebuah hutan belantara Sang Putri tidak mampu lagi melanjutkan perjalanan, akhirnya dibuatkan tempat untuk beristirahat dan bermukim.
Tempat tersebut di beri nama “Putridalem”, seperti kita ketahui bahwa di lingkungan Kraton Jawa ; Dalem merupakan sebutan/gelar untuk Raja atau juga sebutan untuk tempat tinggal utama/pusat pemerintahan kerajaan.
Sehingga muncul asumsi bahwa “Putridalem artinya Putri Raja” atau “Tempat tinggal persinggahan Putri Raja” Tidak jauh dari wilayah tersebut juga dibangun pemukiman yang diberi nama “Kaputren”. Dan jika di tilik dari kemiripan nama dengan lingkungan Kraton Jawa, membuat masyarakat berasumsi bahwa itu adalah wilayah “Kaputrian”
Hutan tersebut berkembang menjadi sebuah desa yang saat ini dikenal dengan nama Desa Putridalem. Desa Putridalem saat ini memiliki 3 wilayah, yaitu Dusun Putridalem. Dusun Kaputren dan Dusun Bojong Roreng. Mengenai nama wilayah Bojong Roreng sendiri sampai saat ini belum diketahui asal muasalnya. Nama Putri dan Keluarga Kerajaan Mataram yang menjadi legenda dari asal muasal Desa Putridalem belum ditemukan dalam catatan sejarah. Akan tetapi di Desa Putridalem ada beberapa makam Leluhur yang dapat ditemukan. Makam – Makam tersebut lokasinya di 4 Penjuru Angin, dan dulu dipakai oleh masyarakat sebagai batas wilayah, yaitu:
Sebelah Utara dibatasi oleh Buyut Keramat Cadas
Sebelah Selatan dibatasi oleh Buyut Kanti
Sebelah Barat dibatasi oleh Buyut Titisara
Sebelah Timur dibatasi oleh Buyut Jago